Cara Berobat Demam Berdarah Dengan BPJS

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sangat ganas. Tanpa diduga, bisa secara mendadak menyebabkan kematian (sudden death). Karena itu, masyarakat yang menderita gejala DBD silakan langsung berobat ke rumah sakit terdekat menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan.
Tidak perlu ragu, dan tanpa harus melalui rujukan Puskesmas. “Bisa datang langsung ke rumah sakit tanpa melalui Puskesmas dengan kondisi pasien sudah emergency. Kondisi emergency itu ditentukan oleh dokter yang memeriksa,” ujar penanggung jawab pasien BPJS Kesehatan di RS Restu Ibu Balikpapan, Dokter Tri Hardining Prawesti Rini, Selasa (5/1/2016).

demam-berdarah-bpjs

Kategori emergency atau darurat ditandai antara lain dengan kondisi pasien ketika diperiksa, serta suhu tubuh yang mencapai 40 derajat celcius.
“Semuanya sudah masuk dalam aturan BPJS Kesehatan yang menyatakan bahwa jika suhu tubuh 40 derajat Celcius itu sudah masuk kategori emergency. Dan pasien bisa menerima rawat inap di rumah sakit.
Bahkan untuk rumah sakit Restu Ibu Balikpapan, jika ada pasien yang datang dengan kondisi tubuh 38 atau 39 derajat Celcius, akan kami langung tangani,” kata dokter Esti sapaan Tri Hardining Prawesti Rini.
Untuk mendapat fasilitas rawat inap di rumah sakit pun pasien hanya tinggal menunjukkan kartu BPJS.

“Jika diilustrasikan, pasien datang ke rumah sakit, kemudian akan kami periksa, jika mereka memang benar dalam kondisi emergency, maka akan kami tahan untuk rawat inap, cukup dengan menunjukkan kartu BPJS. Tetapi, jika setelah diperiksa, kondisi pasien tak menunjukkan emergency, maka akan kami minta pulang kembali,” katanya.
Adapun untuk penilaian dengan trombosit, Esti menjelaskan bahwa dalam pemeriksaan, ia lebih menekankan kepada kondisi tubuh pasien.”Normalnya batas trombosit itu 150 ribu. Jika ada pasien yang turun trombositnya tetapi suhu badannya masih normal, tentu kami tak kategorikan gejala DBD. Tetapi jika trambositnya turun jauh, mencapai 60 atau 70 ribu, kemudian kondisi suhu tubuhnya sudah 38 derajat Celcius, baru kami tahan,” katanya.

Dokter Lengkung Kusumo mengatakan penyakit DBD merupakan penyakit yang sangat sulit terdeteksi. Suhu tubuh seseorang bisa naik dan suatu saat bisa turun, drastis. Justru yang sangat ditakuti, saat dua hari seseorang demam.
Suhu tubuh turun seperti pelana kuda.Jika tidak segera diatasi, keadaan pasien akan semakin memburuk. Nantinya seseorang akan mengalami fase atau keadaan yang disebut dengue shock syndrome (DSS).

DSS sangat bahayan pasien akan mengalami shock dan kejang. Ini disebabkan pasien kekurangan darah di dalam tubuh disebabkan mimisan, gusi berdarah serta bintik-bintik merah.
“ADSS merupakan sebuah fase kondisi tubuh pasien mengalami denyut menurun drastis, tidak sadar, kejang-kejang dan kematian mendadak (sudden death),” ujar Dokter Lengkung, selaku dokter umum Kusuma Medical Center. Ia mengatakan kasus berjangkitnya demam berdarah dengue (DBD) yang telah merenggut nyawa dua warga Balikpapan menjelang malam tahun baru, kemarin, sungguh memprihatinkan.

Berbagai cara telah dilakukan pemerintah untuk mencegah penularan penyakit demam berdarah, seperti melakukan penyemprotan (fogging), pemberian bubuk abate ke masyarakat untuk ditabur ke bak mandi atau tandon air, sampai yang terbaru membagikan ikan cupang kepada masyarakat.
Tetapi penularan tetap saja terjadi. Bagi pasien, jika DBD belum akut, alangkah baiknya segera pergi ke rumah sakit. Salah satu ciri seseorang yang terjangkit DBD adalah seseorang telah terjangkit demam, dan kulit badannya disertai bintik merah. Jika dua sampai tiga hari masih demam, segera datang ke dokter atau rumah sakit.

Periksakan diri supaya mengetahui apakah seseorang terjangkit DBD atau tidak. Nantinya, dokter akan memeriksa keadaan pasien dengan melakukan periksa darah di laboratorium. Jika hasil tes darah terbukti positif DB, si pasien harus segera dirawat inap di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Jadi jangan menunggu demam tinggi, jika anak atau saudara terkena gejala DBD langsung dilarikan ke Rumah Sakit.Kepala BPJS Kesehatan Balikpapan Dodi Pamungkas juga ikut berkomentar tentang pelayanan BPJS bagi pasien DBD. Menurutnya, sesuai ketentun Kementerian Kesehatan, salah satu gejala DBD adalah demam tinggi.

Untuk hal itu, kami ikuti peraturan Kementerian, yakni emergency jika pasien dalam kondisi suhu tubuh 40 derajat Celcius. Kami hanya menjalankan instruksi,” kata Dodi.
Tetapi, menurutnya peraturan itu juga tak saklek, yang berarti hanya pasien berkondisi suhu tubuh 40 derajat yang bisa dilayani.

“Walaupun peraturan seperti itu, tetapi jika kondisi pasien sudah butuh penanganan darurat, ngapain harus nunggu aturan itu. Jadi tetap dijamin sama BPJS tanpa harus menunggu 40 derajat celsius,” ucapnya.
Kepastian kategori emergency tersebut juga diserahkannya kepada dokter yang memeriksa di tiap rumah sakit.
“Status pasien emergency itu, tergantung lagi kepada indikasi medis serta dokter yang memeriksa. Karena dokter lah yang menentukan apakah dia emergency atau tidak,” katanya. (*)

sumber: http://kaltim.tribunnews.com/2016/01/06/tak-perlu-rujukan-puskesmas-pasien-dengan-gejala-dbd-bisa-langsung-ke-rumah-sakit

seputar bpjs: